Senin, 11 November 2024

 

Selamat pagi tabik pun

Assalamualaikum anak Sholih dan sholiha ?

Apa kabar hari ini ? semoga kalian dalam ke adaan sehat walafiat aamiin, seperti biasa nya sebelum kalian berangkat ke sekolah pastikan kalian sudah sarapan,dan jangan lupa berwudhu terlebih dahulu kemudian membaca doa keluar rumah dan doa naik kendaraan sebelum kalian berangkat ke sekolah ya🤗


MATERI HARI INI👇

Hari /Tanggal            :  Senin 11 November 2024

Kelas                            : 1c

Mata Pela:                    : Bahasa Indonesia dan p.pancasula 

Metode dan Media ajar

  •        Metode: metode konvensional (dikusi, tanya jawab)
  •        Media ajar: Video pembelajarana
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):
   1. Menyimak suatu cerita
         2. Mengenal identitias dirinya sendiri dan teman disekitar

    #  Tujuan Pembelajaran (TP):
    1. peserta didik dapat memahami kata dari suatu gambar
    2. Peserta didik dapat mengenal identitas dirinya dan teman di sekitarnya.

    #  Capaian Pembelajaran (CP):

  • Peserta didik mampu bersikap menjadi pembaca dan pemirsa yang menunjukkan minat terhadap teks yang dibaca atau dipirsa. Peserta didik mampu membaca kata-kata yang dikenalinya sehari-hari dengan fasih. Peserta didik mampu memahami informasi dari bacaan dan tayangan yang dipirsa tentang diri dan lingkungan, narasi imajinatif, dan puisi anak. Peserta didik mampu memaknai kosakata baru dari teks yang dibaca atau tayangan yang dipirsa dengan bantuan ilustrasi

  • Peserta didik mampu mengenal dirinya sendiri dan teman di sekitarnya. Peserta didik mampu menceritakan identitas dirinya dan menceritakan identitas teman di sekitarnya. 

#. Kegiatan Awal (Sapaan)

Hallo, good morning ananda sholih sholihah 1.A.. How's your feel today? semoga selalu diberikan kesehatan dan kemudahan dalam belajar yaa Aamiin. Okay, Sebelum kita mulai pembelajaran hari ini, marilah kita membaca do'a, melaksanakan sholat dhuha dan murojaah terlebih dahulu yaa sholeh sholehah ^^

#  Apersepsi : 

Selamat pagi ananda sholeh sholehah..  Alhamdulillah pada pertemuannya sebelumnya kita telah memepelajari materi tentang hak dan kewajiban anak di sekolah serta belajar tentang bagaiamana cara menyimak cerita. 

Adakah yang masih ingat apas aja contoh hak dan kewajiban anak di sekolah? Yaps Good job, salah satu contoh hak anak di sekolah yaitu mendapatkan pembelajaran dari bapak dan ibu guru.. Nah, pada hari ini kita masih akan mempelajari tentang cara menyimak cerita serta kita juga akan mempelajari tentang identitas diri.

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita melakukan tepuk semangat terlebih dahulu agar semangat kita semakin bertambah untuk mengikuti kegiatan belajar hari ini.^^


#. Materi Pendidikan Pancasila

Sumatif Harian 3 



    

#. Materi Bahasa Indoenesia

Yuk, sebelum belajar perhatikan video berikut ya anak-anak. Let's check it out!!^^



Menyimak cerita adalah kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat bagi perkembangan anak. Dengan kegiatan menyimak cerita, kita dapat meningkatkan kemampuan bahasa, imajinasi, dan pengetahuan.

Apa Saja yang Perlu Disampaikan dalam Menyimak Cerita?

  • Judul cerita: Ajarkan anak untuk selalu mengingat judul cerita.
  • Tokoh cerita: Siapa saja tokoh dalam cerita? Apa karakteristik masing-masing tokoh?
  • Alur cerita: Apa yang terjadi di awal, tengah, dan akhir cerita?
  • Pesan moral: Apa yang dapat kita pelajari dari cerita tersebut?


Latihan:



Jumat, 08 November 2024

Selamat pagi tabik pun

Selamat pagi tabik pun

Selamat pagi tabik pun

Assalamualaikum anak Sholih dan sholiha ?

Apa kabar hari ini ? semoga kalian dalam ke adaan sehat walafiat aamiin, seperti biasa nya sebelum kalian berangkat ke sekolah pastikan kalian sudah sarapan,dan jangan lupa berwudhu terlebih dahulu kemudian membaca doa keluar rumah dan doa naik kendaraan sebelum kalian berangkat ke sekolah ya🤗


MATERI HARI INI👇

Hari /Tanggal            : Jumat 8 November 2024

Kelas                            : 1c

Mata Pela:                    : Seni Rupa


 Metode dan Media ajar

  •        Metode: metode konvensional (dikusi, tanya jawab)
  •        Media ajar: Video pembelajarana dan buku cetak

#  Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Menggunakan elemen seni rupa berupa garis, bentuk dan warna.


    #.  Tujuan Pembelajaran (TP):
  1. Peserta didik dapat menggunakan elemen seni rupa berupa garis, bentuk dan warna.

    #. Capaian Pembelajaran (CP):
  • Peserta didik mampu menciptakan karya dengan mengeksplorasi dan menggunakan elemen seni rupa berupa garis, bentuk dan warna.


Apersepsi : 

Selamat pagi ananda sholeh sholehah..  Alhamdulillah pada pertemuannya sebelumnya kita telah memepelajari materi tentang  tentang macam macam garis.

Tentu kalian masih ingat macam macam garis itu apa saja ? Ada garis vertikal ,garis horizontal dan garis diagonal .Nah pada hari ini kita akan mempelajari macam-macam warna.


Materi Seni Rupa


WARNA


Pengenalan Warna Dasar

  • Apa itu warna?
    • Warna adalah sesuatu yang membuat benda terlihat berbeda-beda.
    • Warna bisa membuat kita senang, sedih, atau tenang.

Warna-warna dasar:

  • Merah: Seperti warna apel, tomat, atau mobil pemadam kebakaran.
  • Biru: Seperti warna langit, laut, atau baju seragam sekolah.
  • Kuning: Seperti warna matahari, pisang, atau bunga matahari.
  • Hijau: Seperti warna rumput, daun, atau semangka.
  • Ungu: Seperti warna bunga lavender, anggur, atau balon ulang tahun.

Warna Panas

  • Ciri-ciri: Memberikan kesan hangat, semangat, dan energi.
  • Contoh warna: Merah, oranye, kuning.
  • Efek psikologis: Membangkitkan semangat, gairah, dan perhatian. Sering digunakan untuk menonjolkan sesuatu atau menciptakan suasana yang ceria.
  • Contoh dalam kehidupan sehari-hari: Matahari, api, makanan pedas.

Warna Dingin

  • Ciri-ciri: Memberikan kesan tenang, sejuk, dan damai.
  • Contoh warna: Biru, hijau, ungu.
  • Efek psikologis: Menenangkan pikiran, mengurangi stres, dan menciptakan suasana yang nyaman. Sering digunakan untuk menciptakan kesan luas dan kedalaman.
  • Contoh dalam kehidupan sehari-hari: Langit, laut, salju.

Warna Netral

  • Ciri-ciri: Tidak memiliki karakteristik warna panas atau dingin yang kuat.
  • Contoh warna: Putih, hitam, abu-abu, cokelat.
  • Efek psikologis: Menyeimbangkan warna-warna lain, menciptakan latar belakang yang netral, dan memberikan kesan elegan.
  • Contoh dalam kehidupan sehari-hari: Dinding, lantai, pakaian formal.

Perbandingan warna panas, dingin, dan netral


Kamis, 07 November 2024

 

Selamat pagi tabik pun

Selamat pagi tabik pun

Assalamualaikum anak Sholih dan sholiha ?

Apa kabar hari ini ? semoga kalian dalam ke adaan sehat walafiat aamiin, seperti biasa nya sebelum kalian berangkat ke sekolah pastikan kalian sudah sarapan,dan jangan lupa berwudhu terlebih dahulu kemudian membaca doa keluar rumah dan doa naik kendaraan sebelum kalian berangkat ke sekolah ya🤗


MATERI HARI INI👇

Hari /Tanggal            : Kamis 7 November 2024

Kelas                            : 1c

Mata Pela:                      : PRJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA ( P5)


  Dengan mengangkat tema “Bhineka Tunggal Ika” dan megacu kepada dimensi profil projek Pancasila, topik “Keberagaman Budayaku”, projek ini bertujuan untuk mewujudkan peserta didik yang memiliki karakter kebhinnekaann terhadap keberagaman etnik, agama, dan budaya. Selain itu projek ini juga bertujuan untuk mengenali dan memahami perbedaan sehingga melahirkan sikap saling menghargai, menghormati, toleransi, dan terpatri rasa bersyukur bahwa keberagaman Bangsa Indonesaia merupakan karunia dari Tuhan Yang Maha Esa serta menjunjung tinggi nilai Bhinneka Tunggal Ika dengan cara mempelajari dan menampilkan keberagaman tersebut melalui berbagai karya seperti membuat mahkota adat khas daerahnya masing-masing.

    📌 Alur Projek:
          Projek ini dilakukan dalam empat tap:
  1.    Pada tahap observasi atau pengenalan peserta didik diajak untuk mengamati  keberagaman suku, agama, budaya dan sebagainya pada teman-teman di kelas lalu peserta didik menulis hasil pengamatannya. Pendidik mengajak peserta didik berdiskusi dan melakukan tanya jawab tentang keragaman Bangsa Indonesia, seperti asal daerah, makanan daerah, pakaian adat, lagu daerah dan tarian daerah.
  2.  Pada tahap kontekstual, peserta didik berdiskusi tentang keberagaman etnik, agama, dan budaya. dari berbagai suku daerah di Indonesia, kemudian mengenal kebudayaan dan ciri khas daerah Lampung.
  3. Pada tahap Aksi, peserta didik belajar dan berlatih membuat karya atau media yang menunjukkan ke khasan dari daerah Lampung, seperti mahkota siger, kopian, dalan aksesoris adat Lampung.
  4. Tahap Evalausi dan Refleksi dilakukan setelah tahapan aksi nyata selesai, akan mengolah masukan dari kepala sekolah, para guru, para orang tua murid dan peserta didik untuk perbaikan dan penyempurnaan proyek di waktu mendatang. 

📌 Target Projek

Melalui projek ini, peserta didik diharapkan dapat mengembangkan tiga dimensi profil pelajar Pancasila yaitu:

1. Kreatif, khususnya elemen menghasilkan gagasan yang orisinil dan menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal

2, Berkhebinekaan global, khususnya elemen mengenali dan menghargai budaya

3. Gotong royong, khususnya elemen kolaborasi


📌 Kegiatan Awal (Sapaan)

Hallo, good morning ananda sholih sholihah 1.A.. How's your feel today? semoga selalu diberikan kesehatan dan kemudahan dalam belajar yaa Aamiin. Okay, Sebelum kita mulai pembelajaran hari ini, marilah kita membaca do'a, melaksanakan sholat dhuha dan murojaah terlebih dahulu yaa sholeh sholehah ^^

📌  Apersepsi : 

Selamat pagi ananda sholeh sholehah  Pada pertemuan P5 sebelumnya kita sudah melaksanakan kegiatan menghias mahkota siger menggunakan manik-manik dan payet, Nah, untuk hari ini kita akan melanjtkan menghias mahkota siger dan kalung papan jajar adat Lampung ya nakk. Oke mari simak dan perhatikan materi dan langkah-langkah berikut ini yaa^^



📌 Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)



 TAHAP AKSI NYATA

PERTEMUAN 14

 

Jenis Kegiatan                      : Tatap Muka dan Tugas Mandiri

Tanggal Pelaksanaan    :  Kamis, 07 November 2024

Waktu                                     : 1 x pertemuan

Materi                                      : Menghias Aksesoris adat Lampung (Mahkota siger dan 

                                                  kalung papan jajar)

Peran Pendidik                     : Fasilitator dan Narasumber

 

Persiapan:

1.   Mahkota siger dan kalung papan jajar dari kardus

 Pelaksanaan:

1.      Pendidik gambar contoh mahkota siger dan kalung papan jajar

 



2.      Pendidik menampilkan cara membuat gelang adat lampung dari bahan kardus: https://youtu.be/NYuqbnbZV1k?si=nkz1I4NEoXRWQV9Y

3.      Pendidik memberikan penjelasan sederhana mengenai Langkah-langkah yang akan dilakukan untuk menghias aksesoris adat Lampung

4.      Bersama Pendidik, peserta didik mencoba menghias mahkota siger dan kalung papan jajar seperti yang ada  pada video.

 

 


LEMBAR KERJA PERTEMUAN 14

MENGHIAS MAHKOTA SIGER DAN KALUNG PAPAN JAJAR

 

Alat dan Bahan:

  • Manik-manik
  • Lem
  • Alat tulis
  • Gunting
  • Penggaris
  • Sedotan plastik warna kuning
  • Benang/tali kasur warna putih


Langkah-Langkah:

  1.       Peserta didik menyiapkan alat dan bahan
  2.       Pendidik memberikan gambar contoh mahkota siger dan kalung papan jajar kepada peserta didik
  3.       Peserta didik menyiapkan kalung papan jajar yang sebelumnya telah dibuat dan siap untuk dihias
  4.       Peserta didik menghias kalung papan jajar menggunakan manik-manik
  5.       Setelah itu tambahkan manik-manik Mutiara ditengah kalung papan jajar
  6.       Setelah dihias, bolongi ujung atas kalung papan jajar
  7.       Setelah kalung papan jajar telah siap, ambil sedotan lalu gunting-gunting kecil sepanjang  2-3 cm.
  8.       masukanbenang/tali kasur ke salah satu bolongan di kalung paoan jajar
  9.       kemudian masukan sedotang yang telah digunting kecil sampai seluruh benang tetrupi oleh sedotan
  10.       setelah selesai doronce, pakailah kalung papan jajar tersebut lalu sesuaikan ukurannya.

Refleksi dan Kesimpulan Pembelajaran 

Dari pembelajaran hari ini dapat kita simpulkan bahwa anak-anak sudah mampu menghias kalung papan jajar dan mahkota siger menggunakan kertas marmer dengan teknik menempel seperti mozaik, serta menggias menggunakan manik-manik payet dengan baik dan rapih.